sofiana, mangkat (2026) ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA TUTURAN BAHASA DAYAK TAMAN KAPUAS DI RUMAH BETANG DESA URANG UNSA KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN KABUPATEN KAPUAS HULU. Skripsi thesis, STKIP Persada Khatulistiwa.
PBSI_2218041593_Tittle..pdf
Download (314kB)
PBSI_2218041593_Chapter1.pdf
Download (528kB)
PBSI_2218041593_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (410kB)
PBSI_2218041593_Chapter 3.pdf
Download (383kB)
PBSI_2218041593_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (641kB)
PBSI_2218041593_Chapter5.pdf
Download (214kB)
PBSI_2218041593_Appendix.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (800kB)
PBSI_2218041593_US_TA.pdf
Download (670kB)
PBSI_2218041593_SKS_TA.pdf
Download (1MB)
PBSI_2218041593_BAU_TA.pdf
Download (926kB)
PBSI_2218041593_UU_TA.pdf
Download (685kB)
PBSI_2218041593_SKU_TA.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penggunaan bahasa yang beragam
dalam kehidupan masyarakat Dayak Taman Kapuas di Rumah Betang Desa Urang
Unsa, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu. Bahasa Dayak
Taman Kapuas merupakan salah satu bahasa daerah yang masih digunakan
masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan wujud, jenis, serta faktor yang melatarbelakangi terjadinya alih
kode dan campur kode pada tuturan bahasa Dayak Taman Kapuas di Rumah
Betang Desa Urang Unsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan
masyarakat Dayak Taman Kapuas yang mengandung alih kode dan campur kode.
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara,
perekaman, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud alih
kode terbagi menjadi dua, yaitu: (1) alih kode dari bahasa Dayak Taman ke bahasa
Indonesia dan (2) alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Dayak Taman.
Sementara itu, campur kode ditemukan dalam bentuk kata, frasa, dan klausa. Alih
kode dan campur kode terjadi dalam berbagai situasi komunikasi masyarakat di
Rumah Betang. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya alih kode dan campur
kode meliputi lawan tutur, situasi komunikasi, topik pembicaraan, latar belakang
penutur, serta kebiasaan menggunakan bahasa lain. Berdasarkan hasil penelitian,
dapat disimpulkan bahwa penggunaan alih kode dan campur kode merupakan
bagian dari dinamika komunikasi masyarakat Dayak Taman Kapuas yang
menggunakan lebih dari satu bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi
penelitian ini adalah memberikan pemahaman mengenai penggunaan bahasa
Dayak Taman Kapuas dalam masyarakat multibahasa serta dapat dimanfaatkan
sebagai bahan pembelajaran Bahasa Indonesia dan dokumentasi bahasa daerah.
Saran penelitian ini yaitu masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan tetap
menggunakan dan mewariskan bahasa Dayak Taman Kapuas dalam kehidupan
sehari-hari. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian
dengan kajian dan objek yang lebih luas.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Depositing User: | Sofiana Mangkat |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 01:02 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 01:02 |
| URI: | http://repository.persadakhatulistiwa.ac.id/id/eprint/3071 |

