Nona, Kristilia (2026) ANALISIS INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA AUTIS (STUDI KASUS PADA SISWA "A" DI KELOMPOK B1 TK PANCA SETYA TAHUN PELAJARAN 2025/2026). Skripsi thesis, STKIP PERSADA KHATULISTIWA.
PAUD_220608196_TITLE.pdf
Download (427kB)
PAUD_220608196_CHAPTER 1.pdf
Download (343kB)
PAUD_220608196_CHAPTER 2.pdf
Download (387kB)
PAUD_220608196_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (365kB)
PAUD_220608196_CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (759kB)
PAUD_220608196_CHAPTER 5.pdf
Download (432kB)
PAUD_220608196_APPENDIX.pdf
Download (2MB)
Berita Acara Seminar & Ujian TA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (289kB)
SK Penguji dan Undangan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (303kB)
Abstract
Kristilia Nona. 2026. Analisis Interaksi Sosial pada Siswa Autis (Studi Kasus pada
Siswa "A" di Kelompok B1 TK Panca Setya Sintang Tahun Pelajaran 2025/2026).
Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, STKIP
Persada Khatulistiwa. Pembimbing I: Fransiska, S.Psi., M.Pd. Pembimbing II:
Yohanes Berkmas Mulyadi, S.Fil., M.Psi.
Kata Kunci: Interaksi Sosial, Siswa Autis, Studi Kasus.
Interaksi sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini,
termasuk pada siswa autis yang mengalami hambatan dalam berkomunikasi dan
berinteraksi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) interaksi sosial Siswa
"A"; 2) faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial Siswa "A"; dan 3) upaya
guru dalam mengatasi interaksi sosial Siswa "A". Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan bentuk studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 1
orang guru, 1 orang siswa, dan 1 orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan interaktif model
dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: interaksi sosial
Siswa "A" masih mengalami hambatan, terutama tidak bereaksi ketika dipanggil,
interaksi yang terbatas dengan satu atau dua teman, tidak melakukan kontak mata,
menyakiti diri sendiri atau orang lain, mondar-mandir, dan cenderung menjauh
saat diajak bermain, 2) Faktor yang memengaruhi interaksi sosial meliputi
imitasi, umur, pola asuh orang tua, interaksi teman sebaya, dan terapi, dengan
terapi sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan
kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. 3) Upaya guru dilakukan melalui
pemberian teladan, bimbingan, motivasi, pujian, dan penguatan. Berdasarkan hasil
penelitian maka kesimpulan yang diperoleh bahwa interaksi sosial Siswa "A"
menunjukkan kemajuan dalam perkembangannya meskipun masih terdapat
beberapa hambatan dalam komunikasi dan interaksi sosial, sehingga dengan
demikian maka melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang Pendidikan Anak
Usia Dini, terutama yang berkaitan dengan kajian interaksi sosial pada anak autis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Depositing User: | Kristilia Nona |
| Date Deposited: | 03 Oct 2026 01:12 |
| Last Modified: | 03 Oct 2026 01:12 |
| URI: | http://repository.persadakhatulistiwa.ac.id/id/eprint/3039 |

