Agustina, Amelia (2026) MAKNA DAN SIMBOL DALAM PROSESI ADAT MATAH RICIK SUKU DAYAK SEBERUANG DESA NANGA LAYUNG KECAMATAN SEPAUK KABUPATEN SINTANG. Skripsi thesis, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang.
PBSI_2218041569_TITLE.pdf
Download (643kB)
PBSI_2218041569_CHAPTER 1.pdf
Download (47kB)
PBSI_2218041569_CHAPTER 2.pdf
Download (235kB)
PBSI_2218041569_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (46kB)
PBSI_2218041569_CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
PBSI_2218041569_CHAPTER 5.pdf
Download (160kB)
PBSI_2218041569_APPENDIX.pdf
Download (2MB)
BERITA ACARA SEMINAR PROPOSAL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (608kB)
BERITA ACARA UJIAN TA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (760kB)
SK PEMBIMBING TA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
SK PENGUJI PROPOSAL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
SK PENGUJI UJIAN TA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Agustina Amelia. 2026, Makna dan simbol dalam Prosesi Adat Matah Ricik SukuDayak Seberuang Desa Nanga Layung Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Skripsi, Program Studi PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Pembimbing I:Herpanus, S.P., M.A, Ph.D., Pembimbing II. Evi Fitrianingrum, M.Pd. Kata Kunci: Makna, Simbol, Prosesi Adat, Matah Ricik, Dayak Seberuang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya masyarakatDayak Seberuang melalui prosesi adat Matah Ricik sebagai bentuk pengesahanperkawinan menurut hukum adat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanproses pelaksanaan prosesi adat Matah Ricik, menganalisis makna setiap
tahapannya, serta menganalisis makna simbolik dari simbol-simbol adat yangdigunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenispenelitian etnografi dan dikaji menggunakan teori antropologi simbolik Clifford Geertz. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi.Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi adat Matah Ricik terdiri atas tahapan persiapan, pelaksanaan, hingga penutup yang dimaknai sebagai
pengesahan perkawinan menurut hukum adat, perpindahan tanggung jawab, penghormatan terhadap perempuan, serta mengandung nilai sosial dan spiritual.Simbol-simbol adat, seperti ricik, tempayan pemali, benang, ayam, beras, besi, kain
penutup, seserahan, dan prosesi bersuling mengandung makna tanggung jawab, persatuan, kesejahteraan, perlindungan, dan penghormatan. Berdasarkan hasilpenelitian, disimpulkan bahwa prosesi adat Matah Ricik merupakan representasinilai sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Dayak Seberuang yang berperan
penting dalam pelestarian identitas budaya serta pewarisan nilai-nilai adat kepadagenerasi berikutnya. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaranmasyarakat dalam menjaga dan mewariskan adat Matah Ricik, menjadi referensibagi peneliti selanjutnya, serta berkontribusi dalam pembelajaran Bahasa Indonesiasebagai bahan pengenalan budaya lokal kepada peserta didik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Depositing User: | Agustina Amelia |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 08:36 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 08:36 |
| URI: | http://repository.persadakhatulistiwa.ac.id/id/eprint/2931 |

