Egawati, Egawati (2026) IMPLEMENTASI TRADISI ADAT NGANYONG RAMU SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA PADA SUKU DAYAK MUALANG DI DESA SEBURUK SATU KECAMATAN BELITANG HULU. Skripsi thesis, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang.
PPKN_221802747_TITLE.pdf
Download (759kB)
PPKN_221802747_CHAPTER 1.pdf
Download (347kB)
PPKN_221802747_CHAPTER 2.pdf
Download (370kB)
PPKN_221802747_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (365kB)
PPKN_221802747_CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (414kB)
PPKN_221802747_CHAPTER 5.pdf
Download (332kB)
PPKN_221802747_APPENDIX.pdf
Download (1MB)
Berita Acara Seminar Proposal Egawati.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (894kB)
Berita Acara Sidang Egawati.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (989kB)
SK Pembimbing TA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
SK Penguji Ujian Tugas Akhir SKRIPSI & undangan_Egawati.pdf
Download (1MB)
SK Penguji Proposal Skripsi & Undangan_Egawati .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Egawati, 2026, Implementasi Tradisi Adat Nganyong Ramu Sebagai Bentuk Pelestarian Budaya Pada Suku Dayak Mualang Di Desa Seburuk Satu Kecamatan Belitang Hulu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Stkip Persada Khatulistiwa Sintang. Pembimbing I : Agnesia Hartini.,SH.LL.M., Pembimbing II : Dr.Sapto Purnomo M.Pd Kata Kunci: Nganyong Ramu, Pelestarian Budaya, Dayak Mualang, Pertunangan
Adat. Latar belakang penelitian ini di dasarkan pada Tradisi Nganyong Ramu adalah tradisi pertunangan adat (Betunang/Bepintak) pada Suku Dayak Mualang di Desa Seburuk Satu yang bermakna "mengantar barang adat" (Ramu) sebagai simbol untuk hidup bersama dan tanggung jawab calon mempelai laki-laki kepada calon mempelai perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tradisi adat nganyong ramu, implementasi tradisi adat serta peran masyarakat dalam melestarikan tradisi adat Nganyong Ramu pada Suku Dayak Mualang di Desa Seburuk Satu, Kecamatan Belitang Hulu. Menggunakan metode kualitatif, dengan bentuk penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi Nganyong Ramu (betunang/bepintak) merupakan
pertunangan adat berupa pengantaran barang seserahan (ramu) dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai simbol untuk hidup bersama, penghormatan, dan tanggung jawab calon suami. (2) Implementasi tradisi dilaksanakan secara turun-temurun melalui beberapa tahapan terstruktur mulai dari pertemuan kedua belah pihak keluarga, pelibatan tokoh adat, ibadah, pembinaan rumah tangga (bajar), penyerahan seserahan, hingga tukar
cincin sampai acara penutup. (3) Peran masyarakat dalam pelestarian tradisi terwujud melalui partisipasi aktif pada seluruh rangkaian acara, pemberian doa restu, serta bantuan tenaga dan material secara sukarela demi menjaga keberlanjutan warisan budaya bagi generasi mendatang. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Nganyong Ramu berperan penting sebagai sarana penguatan nilai spiritual, sosial, dan gotong royong yang memperkuat identitas budaya Suku Dayak Mualang. Implikasi secara teoritis penelitian ini dapat menambah wawasan dalam ilmu sosial budaya, sedangkan secara praktis menjadi bahan edukasi bagi masyarakat, pemerintah daerah, serta akademisi. Saran yang diberikan mencakup pentingnya konsistensi tokoh adat dalam mempertahankan esensi makna serta perlunya pelibatan proaktif generasi muda agar keaslian tradisi ini tetap terjaga secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Depositing User: | Egawati Egawati |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 08:39 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 08:39 |
| URI: | http://repository.persadakhatulistiwa.ac.id/id/eprint/2925 |

