Mariana Ratu, Ayu (2026) INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV SDN 10 TAPANG SEMADAK. Skripsi thesis, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang.
PGSD_2213062166_TITLE.pdf
Download (617kB)
PGSD_2213062166_CHAPTER 1.pdf
Download (289kB)
PGSD_2213062166_CHAPTER 2.pdf
Download (466kB)
PGSD_2213062166_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (205kB)
PGSD_2213062166_CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (378kB)
PGSD_2213062166_CHAPTER 5.pdf
Download (310kB)
PGSD_2213062166_APPENDIX.pdf
Download (2MB)
Berita Acara Seminar Proposal.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (868kB)
Berita Acara Sidang.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (872kB)
SK Penguji Proposal.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
SK Penguji TA & Undangan ujian Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Mariana Ratu Ayu. 2026, Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Pembelajaran Ipas Kelas IV SDN 10 Tapang Semadak. Skripsi, Program Studi PGSD STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Pembimbing I: Dr. Sapto Purnomo, M.Pd., Pembimbing II: Eliana Yunitha Seran, M.Pd.
Kata Kunci: Kearifan Lokal, P5, Pembelajaran IPAS, Karakter Berkebinekaan Global. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis identitas budaya akibat arus globalisasi pada beberapa siswa kelas IV SDN 10 Tapang Semadak yang lebih akrab dengan budaya digital. Masalah dalam penelitian ini difokuskan pada proses pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) berbasis kearifan lokal, wujud nilai yang diintegrasikan, serta tantangan dalam menginternalisasi karakter siswa melalui permainan tradisional egrang tempurung pada pembelajaran IPAS.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketiga fokus masalah tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam bersama guru dan siswa, serta dokumentasi, lalu diuji keabsahannya menggunakan triangulasi
teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 melalui tahapan pengenalan, kontekstualisasi, aksi, dan refleksi berjalan efektif, serta berhasil meningkatkan capaian karakter berkebinekaan global tiga siswa dari kategori belum berkembang (BB) menjadi berkembang sesuai harapan (BSH). Sementara
pada dimensi gotong royong, capaian karakter meningkat dari kategori BB menjadi mulai berkembang (MB) hingga BSH. Wujud kearifan lokal yang terintegrasi mencakup nilai tradisi beduruk (kerja secara bersama-sama untuk meringkankan pekerjaan) dan nilai kesederhanaan atau idup sederhana (penggunaan sumber daya secara bijak). Adapun tantangan utamanya meliputi
minimnya pengetahuan/pengalaman awal siswa mengenai tradisi lokal akibat pengaruh gawai dan karakteristik materi aplikatif yang menuntut praktik fisik serta bimbingan teknis intensif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal egrang tempurung dalam P5 efektif menguatkan karakter berkebinekaan global dan identitas budaya siswa. Implikasinya, krisis identitas
budaya anak sekolah dasar dapat direkonstruksi melalui ruang bermain kolaboratif kontekstual dengan pendampingan berkelanjutan. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi siswa untuk mengurangi gawai, bagi guru menerapkan sistem
tutor sebaya, dan bagi peneliti selanjutnya agar menjadikannya rujukan ilmiah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Depositing User: | Mariana Ratu Ayu |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 01:19 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 01:19 |
| URI: | http://repository.persadakhatulistiwa.ac.id/id/eprint/2872 |

