Rika, Rika (2026) PEMANFAATAN MODERNISASI UNTUK PELESTARIAN UPACARA ADAT MUAT BATU KERANGAN DAYAK KENYILU DUSUN GUHUNG TERAPAU DESA LAMAN MUMBUNG KECAMATAN MENUKUNG KABUPATEN MELAWI. Skripsi thesis, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang.
PBSI_2218041587_TITLE.pdf
Download (543kB)
PBSI_2218041587_CHAPTER 1.pdf
Download (318kB)
PBSI_2218041587_CHAPTER 2.pdf
Download (337kB)
PBSI_2218041587_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (217kB)
PBSI_2218041587_CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (538kB)
PBSI_2218041587_CHAPTER 5.pdf
Download (312kB)
PBSI_2218041587_APPENDIX.pdf
Download (1MB)
Berita Acara Seminar Proposal.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (849kB)
Berita Acara Ujian TA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (250kB)
SK Dosen Pembimbing.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (301kB)
SK Penguji Proposal dan Undangan Seminar Proposal.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (462kB)
SK Penguji TA dan Undangan Ujian Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (355kB)
Abstract
Rika. 2026. Pemanfaatan Modernisasi dalam Pelestarian Tradisi Upacara Adat Muat Batu Kerangan pada Masyarakat Dayak Kenyilu di Dusun Guhung Terapau. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP. Pembimbing I: Dr. Yusuf Olang, M.Pd. Pembimbing II: Sri Astuti, S.S., M.Pd. Kata kunci: Modernisasi, budaya, upacara adat, Batu Kerangan Masalah umum dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan modernisasi
dalam pelestarian tradisi upacara adat Muat Batu Kerangan pada masyarakat Dayak Kenyilu di Dusun Guhung Terapau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan upacara adat, serta pemanfaatan modernisasi dalam upaya pelestarian tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah tokoh adat dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan upacara adat. Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara adat Muat Batu Kerangan masih
dilakukan secara turun-temurun dengan mengikuti tahapan persiapan, pelaksanaan, dan penutup yang sarat dengan makna simbolik, seperti penggunaan batu kerangan, daun petepas, dan ayam kampung sebagai simbol penyucian, penolak bala, serta harapan akan keselamatan dan keberkahan. Modernisasi dimanfaatkan oleh masyarakat melalui penggunaan teknologi untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan kegiatan adat. Dengan demikian, modernisasi tidak sepenuhnya menghilangkan tradisi, tetapi justru dapat menjadi sarana pendukung dalam pelestarian budaya apabila dimanfaatkan secara bijak.
Tradisi upacara adat Muat Batu Kerangan tetap bertahan sebagai bentuk kearifan lokal yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya bagi masyarakat Dayak Kenyilu. Melalui pemanfataan modernisasi yang tepat, diharapkan tradisi upacara adat Muat Batu Kerangan dapat terus dilestarikan, dikenal oleh
masyarakat luas, serta diwariskan kepada generasi penerus tanpa mengurangi nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Depositing User: | Rika RIka |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 07:50 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 07:50 |
| URI: | http://repository.persadakhatulistiwa.ac.id/id/eprint/2835 |

